Rabu, 25 Desember 2019

MODUL 6 PENGENALAN JARINGAN DENGAN ROUTER

LAPORAN PRAKTIKUM

JARINGAN KOMPUTER

MODUL 6


"PENGENALAN JARINGAN DENGAN ROUTER"





Disusun Oleh :


                                                    Nama : Devye Putri Pratiwi
                                                    NIM : 20190910069
                                                    Kelas : SI 2019 B


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KUNINGAN
TAHUN AKADEMIK
2019/2020

PENGERTIAN ROUTER 

Pengertian Router adalah salah satu perangkat keras jaringan komputer yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya. Router dengan skala besar menawarkan berbagai tingkat fungsionalitas tergantung pada tujuan bagaimana fungsi router dibuat. Menggunakan router yang tepat sangat penting dalam jaringan komputer, sehingga Anda harus memahami berbagai jenis router dan fungsi router yang mereka berikan.

Fungsi router pada umumnya adalah sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Namun router berbeda dengan Switch, karena Switch hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dan membentuk LAN (local area network). Sedangkan router digunakan untuk menghubungkan antar satu LAN dengan LAN yang lainnya.

Cara kerja router.

Router bekerja dengan cara merutekan paket atau data informasi yang disebut dengan routing. Dengan teknik routing tersebut, router dapat mengetahui arah rute perjalanan informasi tersebut akan dituju, apakah berada pada satu jaringan yang sama atau berbeda. Jika informasi yang dituju mengarah kepada jaringan yang berbeda, maka router akan meneruskannya kepada jaringan tersebut, sebaliknya apabila paket yang dituju adalah jaringan yang sama, maka router akan menghalangi paket keluar serta meneruskan paket tersebut dengan routing di jaringan yang sama sampa terkirim ke tujuan. Berikut ilustrasi cara kerja router.


Cara kerja router dapat dilihat pada gambar diatas. Pada gambar diatas terdapat dua buah network yang terhubung pada sebuah router. Network yang berada pada sebelah kiri yang terhubung ke port 1 router mempunyai alamat 192.168.1.0 serta pada network yang sebelah kanan yang terhubung ke port 2 router mempunyai alamat 192.155.2.0.
  • Komputer A mengirim sebuah data kepada komputer C, router tidak akan meneruskan data tersebut kepada jaringan yang lainnya.
  • Begitu juga apabila ketika komputer F mengirim sebuah data kepada komputer E, router tidak akan meneruskan paket data tersebut kepada network yang lainnya.
  • Barulah ketika komputer F mengirimkan sebuah data kepada komputer B, router akan meneruskan paket data tersebut ke komputer B

MACAM MACAM ROUTER

Jenis-jenis atau macam-macam Router
Umumnya router ada dua jenis, yaitu router statis dan router dinamis,
Router statis atau static router merupakan router yang memiliki tabel routing statis yang disetting dengan cara manual oleh para administrator jaringan. Sedangkan router dinamis atau rynamic router merupakan router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis dengan membaca lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

1. Router Aplikasi
Pengertian Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pada sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.

2. Router Hardware
Pengertian Router Hardware adalah sebuah hardware yang memiliki kemampuan seperti router, maka dengan hardware tersebut anda dapat membagi IP Address, Router hardware dapat digunakan untuk membagi jaringan internet pada suatu wilayah, misalnya dari router ini adalah access point, wilayah yang mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.

3. Router PC
Pengertian dan fungsi Router PC adalah sebuah komputer yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai router. Untuk membuat sebuah router PC tidak harus menggunakan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Komputer dengan prosesor pentium dua, hard drive 10 GB dan ram 64 serta telah tersedia LAN Card  sudah bisa digunakan sebagai router PC. Komputer yang dijadikan router ini harus diinstal dengan sistem operasi khusus untuk router. Sistem operasi yang populer untuk router PC saat ini adalah Mikrotik

1 Desain Jaringan



2. Penambahan IP Adrressing


3. Tambahkan konfigurasi IP Adress pada tiap pc sesuai dengan informasi pada tabel berikut :


4. Lakukan konfigurasi IP Adress pada router sesuai dengan informasi pada tabel berikut :

5. Perintah CLI untuk menambahkan IP Adress di router fastethernet 0/0

6. Perintah CLI untuk menambahkan IP Adress di router fastethernet 0/1


7. Lakukan test ping dengan menggunakan tool ping dari pc 0 ke tiap IP Adress gateway dan PC1.
Pc 0=>PC 0 hasilnya Sucess


Pc 0=> Gateway 192.168.0.1 hasilnya Sucess


PC 0=> Gateway 192.168.1.1 hasilnya Sucess


PC 0=> PC 1 hasilnya Sucess

Latihan dan Tugas

1. Mengganti Hostname Router

Berikut ini contoh langkah untuk mengganti hostname router dengan nama UNIKU:
router#
router#configure terminal
router(config)#hostname UNIKU
UNIKU(config)#exit
UNIKU#

Ganti hostname router sesuai dengan nama panggilan masing-masing!
 Penginputan mengganti hostname


2. Melihat konfigurasi yang sedang berjalan 

Untuk melihat hasil konfigurasi pada router yang sudah kita lakukan, bisa diketahui dengan melihat isi dari file konfigurasu pada router. Perintahnya adalah
UNIKU#show running-config
 **tekan SpaceBar untuk melihat konfigurasi selanjutnya

Coba perhatikan tampilan komfigurasi yang sedang berjalan pada router! Analisan hasil tampilan tersebut!

 Melihat konfigurasi

3. Menyimpan hasil konfigurasi router

Konfigurasi yang sudah kita terapkan dirouter tersimpan sementara di RAM router tersebut, sehingga ketika router di reboot/restart maka konfigurasi tersebut akan hilang. Supaya konfigurasi bisa selalu otomatis diterapkan ketika router dinyalakan maka konfigurasi harus disimpan di memory / startup-config. Berikut adalah perintah untuk menyimpan konfigurasi secara permanen pada router

UNIKU#
UNIKU#copy running-config starup-cofig

Lanjukan dengan menekan tombol enter
  • Coba simpan konfigurasi ke startup-config, kemudian restart router

lihat kembali konfigurasi yang berjalan dan bandingkan dengan sebelum router di restart.

KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa terdapat dua tipe dasar routingprotokol yaitu interior gateway protocol untuk router dengan sebuah autonomous dan exterior gateway protokol untuk router yang komunikasi dengan router dalam system
autonomous yang lain.
IGP yang terkenal adalah RIP dan OSPF, EGP yang terbaru adalah BEP, dinamik
routing masih merupakan fertile area dalam hubungan dengan jaringan, berbagai pilihan
untuk menggunakan protocol routing dengan daemon routing merupakan hal yang
komplek.
Operasi routing IP merupakan dasar dalam sistem TCP/IP sebagai router, routing
tabel terdiri dari : 5 flag bits, destinasi IP address ( host, network, default ) next hop router
IP address ( indirect route ) lokal IP address ( direct route ) dan pointer yang menggunakan lokal interface.
DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 10 Desember 2019

INTERVILAN ROUTING ( Router on Stick )

LAPORAN PRAKTIKUM

JARINGAN KOMPUTER

MODUL 5


"INTERVILAN ROUTING ( Router on Stick )"





Disusun Oleh :


                                                    Nama : Devye Putri Pratiwi
                                                    NIM : 20190910069
                                                    Kelas : SI 2019 B


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KUNINGAN
TAHUN AKADEMIK
2019/2020


Satu VLAN adalah satu broadcast domain, sehingga satu buah komputer di sebuah VLAN tidak dapat terkoneksi dengan komputer yang berbeda VLAN. Agar komputer yang berbeda VLAN dapat terkoneksi maka dibutuhkan perangkat layer 3 yaitu router. Persyaratan router yang dapat dipakai untuk routing VLAN adalah router tersebut harus bisa dibuat trunking ke switch. Oleh karena itu, router-nya harus tersedia interface fastethernet, selain itu IOS untuk router tersebut juga harus mendukung trunking. Cirinya adalah interface-nya bisa dibuat subinterface, dan mendukung enkapsulasi ISL serta DOT1Q. Inter-VLAN routing adalah proses mem-forward traffic network dari satu VLAN ke VLAN lain menggunakan router. VLAN diasosiasikan dengan ip subnet yang unik pada network. Konfigurasi subnet akan memfasilitasi proses routing pada lingkungan beberapa VLAN. Ketika kita menggunakan router untuk memfasilitasi inter-VLAN routing, interface pada router dapat dihubungkan dengan VLAN yang berbeda. Setiap device pada VLAN tersebut mengirimkan traffic melalui router untuk mencapai VLAN lain.

Secara tradisional LAN routing menggunakan router dengan beberapa interface physical. Setiap interface harus dihubungkan dengan network yang berbeda dan dikonfigurasikan dengan subnet yang berbeda. Dalam network tradisional yang menggunakan beberapa VLAN, untuk mensegmentasi network traffic menjadi broadcast domain logical, routing ditunjukkan dengan menghubungkan interface physical router yang berbeda ke port physical switch yang berbeda pula. Port switch terhubung dengan router dalam mode interface port. Setiap router interface kemudian dapat menerima traffic dari VLAN yang telah diasosiasikan dengan switch interface yang terhubung, dan traffic dapat di routing ke VLAN lain yang terhubung dengan interface lain.

Inter-VLAN routing secara tradisional mengharuskan beberapa interface physical pada kedua router dan switch. Bagaimanapun juga, tidak semua konfigurasi inter-VLAN routing mengharuskan beberapa physical interface. Beberapa router software memperbolehkan konfigurasi router sebagai link trunk. Hal ini membuka kemungkinan terjadinya inter-VLAN routing. Router on a stick adalah salah satu jenis konfigurasi router yang mana sebuah interface physical me-routing traffic antara beberapa VLAN pada network. Router interface dikonfigurasikan untuk beroperasi sebagai link trunk dan terhubung dengan sebuah port switch dalam mode trunk. Router menunjukkan inter-VLAN routing dengan menerima traffic VLAN yang telah di tag pada interface trunk dari switch dan secara internal me-routing antar VLAN menggunakan sub-interface. Kemudian router akan mem-forward traffic VLAN yang di tag menuju VLAN tujuan pada interface physical yang sama. Sub-interface adalah beberapa interface virtual yang diasosiasikan dengan interface physical. Sub-interface ini dikonfigurasikan dengan software pada router yang secara independent dikonfigurasikan dengan ip address dan VLAN untuk beroperasi pada VLAN tertentu. Sub-interface dikonfigurasikan untuk beberapa subnet yang berbeda namun berhubungan dengan VLAN lain yang memfasilitasi routing secara logical sebelum frame data di tag VLAN dan dikirimkan ke physical interface.

DESIGN JARINGAN
Desain jaringan untuk praktikum inter VLAN routing sesuai dengan tampilan di bawah ini :



1. Konfigurasi IP di PC 
lakukan konfigurasi IP pada tiap PC, VLAN di switc hnya. 
• Pada pc 0 kita masukan IP 10.10.10.2 yang subnetmask nya yaitu 255.255.255.0 
dengan gateway nya 10.10.10.1.seperti gambar di bawah ini : 

• Sedangkan pada pc 1 kita masukan ip 192.168.1.2 yang subnetmask nya yaitu 255.255.255.0 serta gatewaynya 192.168.1.1 
• pada switch 0 VLAN nya kita setting VLAN 10 yaitu Admin, 20 untuk VLAN public. lalu setting VLAN di tiap port inetrface nya Fa0/10 untuk 10.10.10.2 dengan subnetmask 255.255.255.0 sedangkan Fa0/11-Fa0/20 ini untuk 192.168.1.2 dengan subnetmask 255.255.255.0. 

1. Konfigurasi VLAN,SubInterface dan IP pada Router
Lakukan konfigurasi Interface pada router menggunakan CLI,berikut adalah langkah – langkah nya : 
• Klik kiri pada Router kemudian tekan return 
• Lakukan konfigurasi dengan ketik enable 
Lalu hidupkan interface Fa0/0 yang akan digunakan untuk membuat sub interface untuk VLAN nya. 
Router# 
Router#configure terminal 
Router(config)#interface fastEthernet 0/0.10 
Router(cofig)#no shut down 
Router(config – subif)#exit 
Router(config)#exit 
Router# 

• Perintah untuk membuat VLAN Admin dan Public 
Router#vlan database 
Router(vlan)#Vlan 10 name Admin 
Router(vlan)#Vlan 20 name Public 

• Perintah untuk membuat sub interface Fa0/0.10 dan memberi ip adress pada sub inetrface Fa0/0.10 untuk VLAN 10. 
Router# 
Router#configure terminal 
Router (config)#interface fastEthernet 0/0.10 
Router (config-subif)#encapsulation dot1Q 10 
Router(config-subif)#ip adress 10.10.10.1 subnetmask nya 255.255.255.0 
Router(config-subif)#no shutdown 
Router(config-subif)#exit 
Router(config)#exit 
Router# 

• Perintah untuk membuat sub interface Fa0/0.20 dan memberi ip adress pada sub interface Fa0/0.20 untuk VLAN 20 
Router# 
Router#configure terminal 
Router(config)#interface fastEthernet 0/0.20 
Router(config-subif)#ensaptulation dot1Q 20 
Router(config-subif)# ip adress 192.168.1.1 255.255.255.0 
Router(config-subif)#no shutdown 
Router(config-subif)#exit 
Router(config)#exit 
Router# 

• Uji coba hasil konfigurasi


• Kemudian lakukan langkah tes koneksi antar pc memakai ping CMD


PC0 ke PC0(10.10.10.1) 
Hasilnya bisa terkoneksi dapat berkomunikasi 
P C) Gateway PC0(10.10.10.1) 
Hasilnya bisa terkoneksi dapat berkomunikasi 
PC0 ke Gateway PC1 (192.168.1.1) 
Hasilnya terkoneksi dapat berkomunikasi 
PC0 ke PC2(192.168.1.2) 
Hasilnya terkoneksi dapat berkomunikasi

Kesimpulan
Beberapa router  software memperbolehkan konfigurasi router sebagai linktrunk hal ini membuka kemungkinan terjadinya interVLAN routing. Router on a stick adalah salah satu jenis konfigurasi router yang mana sebuah interface phsycal merouting traffic antara beberapa VLAN pada network.

DAFTAR PUSTAKA
http://imamrohmansia2017.blogspot.com/2018/12/intervlan-routing.html?m=1

Rabu, 27 November 2019

LAPORAN PRAKTIKUM

JARINGAN KOMPUTER

MODUL 4


"VLAN TRUNKING"





Disusun Oleh :


                                                    Nama : Devye Putri Pratiwi
                                                    NIM : 20190910069
                                                    Kelas : SI 2019 B


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KUNINGAN
TAHUN AKADEMIK
2019/2020



BAB I PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori

Trunking pada Port Switch


VTP (VLAN Trunking Protokol) adalah adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar  yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Trunk link tidak dibuat untuk satu VLAN tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati antar-switch dengan mengguunakan satu trunk link.Adalah mungkin untuk menghubungkan dua switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun dengan semakin banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah dengan cepat. Cara yang lebih efisien adalah dengan menggunakan trunking. Untuk membedakan kepemilikan traffic pada trunk link, switch harus mempunyai metode untuk mengidentifikasi frame setiap LAN.
Sebenarnya fungsi dari VTP adalah memudahkan Jaringan yang mengakomodir dan network administrator dalam mengelola semua VLAN yang berskala besar dan telah dikonfigurasikan pada sebuah internetwork switch. Dalam artian bahwa dengan menggunakan fasilitas VTP, memungkinkan seorang jaringan atas untuk menambah, mengurangi, dan mengganti VLAN, dimana informasi VLAN tersebut kemudian disebarluaskan ke semua switch lainnya di domain VTP tersebut.
Sebuah VLAN Native ditandai dengan sebuah port trunk 802.1Q. Sebuah port trunk 802.1Q mendukung traffic dari banyak VLAN sama seperti traffic yang tidak berasal dari sebuah VLAN. Trunk adalah link point-to point diantara satu atau lebih interface ethernet device jaringan seperti router atau switch. Trunk Ethernet membawa  lalu lintas dari banyak VLAN melaluli link tunggal. Sebuah VLAN trunk mengijinkan kita untuk memperluas VLAN melalui seluruh jaringan. Jadi link trunk digunakan untuk menghubungkan antar device intermediate. Dengan menggunakan port trunk, dapat digunakan sebuah link fisik untuk menghubungkan banyak VLAN.
Sebuah port pada Switch Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan menggunakan Dynamic trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah protokol keluaran cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP mengatur negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode trunk yang mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode trunk pada DTP, yaitu : Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.

1.2 Rumusan Masalah

Dari dasar teori diatas, rumusan masalah yang akan dibahas pada laporan ini adalah mengenai VLAN TRUNKING

1.3 Maksud Dan Tujuan

  • Mahasiswa memahami tentang fungsi TRUNK pada VLAN
  • Mahasiswa mampu mendesain jaringan dengan menerapkan VLAN TRUNKING
  • Mahasiswa mampu melakukan trouble shooting basic VLAN

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Desain Jaringan

Dengan menggunakan simulator cisco packet tracer, buat jaringan sesuai dengan desain berikut ini :


Setelah kita desain jaringannya, kita buat setting IP Address pada setiap PC

PC 0 IP ADDRESS : 10.10.10.10 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 1 IP ADDRESS : 10.10.10.11 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 2 IP ADDRESS : 10.10.10.12 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 3 IP ADDRESS : 10.10.10.13 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 4 IP ADDRESS : 10.10.10.14 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 5 IP ADDRESS : 10.10.10.15 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 6 IP ADDRESS : 10.10.10.16 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 7 IP ADDRESS : 10.10.10.17 | SUBNET MASK : 255.255.255.0

Tampak pada tiap switch terdapat dua VLAN yaitu VLAN SERVER dan VLAN ADMIN.

Pada praktikum akan dipraktekan supaya PC yang berada dalam VLAN yang sama meskipun terpisah secara fisik pada switch yang berbeda tetapi masih bisa digabungkan menggunakan metode trunking yang dilewatkan ke interface Fa0/24 sehingga bisa saling berkomunikasi.

2.2 Konfigurasi VLAN

Sesuaikan konfigurasi di switch dengan tabel berikut :

Switch0
SWITCH PORT RANGE
VLAN ID/Number
NAME
INTERFACE METHOD
Fa 0/1 – Fa 0/10
10
SERVER
Access
Fa 0/11 – Fa 0/20
20
ADMIN
Access
Fa 0/21 – Fa 0/24
ALL

Trunk



Switch1
SWITCH PORT RANGE
VLAN ID/Number
NAME
INTERFACE METHOD
Fa 0/1 – Fa 0/10
10
SERVER
Access
Fa 0/11 – Fa 0/20
20
ADMIN
Access
Fa 0/21 – Fa 0/24
ALL

Trunk


Setelah semuanya selesai, lakukan testing koneksi dengan menggunakan tool ping dari PC 0 dan PC 2 ke semua PC di jaringan dan tuliskan hasilnya di tabel berikut : 

PC 0



PING DESTINATION
HASIL
ANALISA
PC 0 -> PC 1
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 0 -> PC 4
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 0 -> PC 5
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 0 -> PC 2
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 0 -> PC 3
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 0 -> PC 6
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 0 -> PC 7
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda


PC 2



PING DESTINATION
HASIL
ANALISA
PC 2 -> PC 3
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 2 -> PC 6
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 2 -> PC 7
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 2 -> PC 0
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 2 -> PC 1
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 2 -> PC 4
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 2 -> PC 5
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda


Kesimpulan :
Semua port yang sudah di setting VLAN nya dapat terhubung apabila masih dalam satu lingkup range VLAN sehingga dapat berkomunikasi, sedangkan yang tidak dalam satu lingkup range tidak dapat mengakses VLAN lain yang berbeda.


2.3 Tugas

  1. Tambahkan sebuah switch ke jaringan, atur konfigurasi VLAN sesuai dengan switch yang lain. Sambungkan UPLINK antar switch dengan metode Trunking!
  2. Tambahkan dua buah PC untuk mewakili VLAN SERVER dan VLAN ADMIN (sambungkan ke switch port yang baru ditambahkan)!
          Berikut ini adalah tampilan desain Switch dan 2 buah PC yang sudah ditambahkan


        Setting IP Address kedua PC tersebut
        PC 8 IP ADDRESS : 10.10.10.18 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
        PC 9 IP ADDRESS : 10.10.10.19 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
        Dan Tambahkan VLAN SERVER & ADMIN pada Switch yang baru

       3. Testing Komunikasi dari PC 0 dan PC 2 ke PC yang ditambahkan! Tuliskan hasilnya di tabel!
           Berikut adalah hasil testing koneksi :
           PC 0

        PC 2


PING DESTINATION
HASIL
ANALISA
PC 0 -> PC 8
Success
Berada dalam VLAN yang sama
PC 0 -> PC 9
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 2 -> PC 8
Fail
Berada dalam VLAN yang berbeda
PC 2 -> PC 9
Success
Berada dalam VLAN yang sama

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

VTP (VLAN Trunking Protokol) adalah adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar  yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Sebuah port pada Switch Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan menggunakan Dynamic trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah protokol keluaran cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP mengatur negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode trunk yang mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode trunk pada DTP, yaitu : Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Modul Praktikum Jaringan Komputer